Ufi Hauzaan Al-Farrozii INFORMATICS LECTURES

SELAMAT DATANG

Informatics Lecture adalah sebuah blog sederhana yang didedikasikan untuk kepentingan pendidikan khususnya dalam Dunia Informatika

Jumat, 09 November 2012

Panduan Untuk Memulai Bisnis Warnet


Teknologi warnet (warung internet) merupakan alternatif yang gampang dan sangat dibutuhkan untuk mendapatkan akses internet yang murah. Dewasa ini sudah banyak warung internet yang menjamur di mana-mana. Warnet memungkinkan orang untuk mengakses internet hanya dengan biaya 2000 hingga 5000 perjamnya. Oleh karena itu tidak heran jika banyak orang yang menggunakan alternatif ini untuk bisa mengakses dunia maya.
Secara umum ada dua faktor utama yang perlu dilihat untuk memulai bisnis ini. Yang pertama dari segi bisnis dan manajemennya, dan juga dari segi teknologinya.
Bisnis Warnet
Dari sisi bisnis dan manajemennya, isunya biasanya berkisar pada masalah pemasaran, promosi, dan masalah bagaimana mendatangkan pelanggan. Jangan pernah berkonsentrasi pada masalah teknis, karena pada akhirnya sense of business menjadi faktor penentu keberhasilan bisnis warnet ini. Komponen dalam rencana bisnis ini tidak banyak sebetulnya, yaitu:
1.        Investasi yang biasanya berkisar 4 jutaan per PC.
2.    Biaya operasional yang biasanya dihabiskan untuk membayar Telkom & ISP, selain membayar karyawan dan listrik.
3.       Tarif.
Sense of business usaha warnet ini sangat sederhana, yaitu:
a.       Letakkan warnet di tempat yang banyak orang, terutama anak muda.
b.      Semakin banyak computer yang digunakan, semakin murah tarifnya, dan semakin cepat untuk bisa balik modal.
c.       Batas minimal computer yang feasible untuk akses web sekitar 5 komputer jika menggunakan sambungan telpon dial-up.
Teknologi Warnet
Dari sisi teknologi ada beberapa isu besar yang perlu diperhatikan untuk memulai bisnis warnet. Secara umum topologi sederhana sebuah warnet konvensional tampak pada gambar. Warnet terdiri dari sebuah Local Area Network (LAN) yang tersambung ke Internet melalui sebuahgateway yang kadang-kadang juga berfungsi sebagai server. Pada tingkat yang lebih kompleks, konsep ini dapat dikembangkan dengan mudah untuk menyambungkan jaringan di kompleks perumahan (untuk membuat RT/RW-net), di kompleks pertokoan, kompleks perkantoran, di sekolah-sekolah, di kampus-kampus yang pada akhirnya memungkinkan orang Indonesia mengakses Internet dengan biaya yang sangat murah. Teknik Local Area Network (LAN) relatif cukup mapan, biasanya warnet menggunakan topologi Bus dengan ethernet 100BaseT yang murah di pasaran pada kecepatan 100Mbps di LAN. Ethernet Card yang baik bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp150.000 per card. Sebaiknya jangan membeli yang murah sekali-sekitar Rp70.000-an-karena biasanya jelek. Pada network kampus, kompleks perumahan dan perkantoran tentunya teknik yang digunakan semakin kompleks.
Sambungan jarak jauh dari warnet ke ISP maupun ke Internet internasional mempunyai variasi yang cukup banyak.
Teknik yang paling murah adalah menggunakan dial-up melalui kabel telepon milik Telkom ke ISP lokal. Teknik sederhana ini persis sama dengan pola yang dipakai untuk akses Internet di rumah-rumah.
Sebagian warnet, kompleksn perkantoran, kompleks perumahan yang lebih maju umumnya tidak lagi menggunakan Telkom karena selain kualitas jaringannya kurang baik, kecepatan aksesnya juga lambat yang semua mengurangi laba warnet. Teman-teman yang lebih maju ini umumnya menggunakan peralatan microwave buatan sendiri di frekuensi 2.4GHz, beberapa bereksperimen juga di frekuensi 5.8GHz. Yang terakhir ada beberapa rekan yang juga mencoba menggunakan gelombang cahaya infra merah di antara beberapa gedung di Jakarta. Kecepatan pengiriman dengan menggunakan peralatan microwave atau cahaya infra merah ini cukup menakjubkan, sekitar 2-11Mbps. Jika di paksakan menggunakan gelombang infra merah dapat mencapai kecepatan 155Mbps.

USAHA JASA PENGETIKAN


Kebutuhan pengetikan dokumen terjadi hampir setiap hari dan tidak semua orang memiliki komputer untuk menyelesaikan tugas kantor ataupun kuliahnya tersebut. Selain itu tidak semua orang punya cukup waktu untuk menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Untuk menyiasati itu, jasa pengetikan merupakan salah satu alternatif untuk menyelesaikan tugasnya tersebut. Nah, untuk yang punya waktu luang, hal ini merupakan peluang bisnis yang cukup menguntungkan. Dengan modal yang tidak terlalu besar bisa memperoleh keuntungan yang cukup lumayan.

Sebelum memulai usaha sebaiknya menentukan sasaran dari jasa tersebut karena jika sudah ditentukan maka tahap selanjutnya adalah mencari lokasi strategis.misalnya dekat sekolah atau kampus.
Setiap usaha jasa,kepuasan pelanggan adalah yang utama. Karena itu pelayan yang diberikan haruslah bisa memuaskan pelanggan . Beberapa trik yang dilakukan pelaku usaha ini untuk mempertahankan pelanggannya antara lain ;

Menawarkan jasa antar jemput, artinya bahan ketikan diambil dan diantar setelah selesai,sehingga pelanggan yang tak punya banyak waktu tak perlu mengantar dan mengambil sendiri ketikannya. Untuk pelayanan ini anda boleh mengenakan biaya tambahan .

Menjaga kualitas : hasil yang rapi, teliti dan cepat selesai membuat pelangan tak segan untuk kembali lagi . bukan tidak mungkin juga akan merekomendasikan kepada teman ataupun kerabatnya.
Harga yang terjangkau tapi tetap kompetitif. Penetapan harga disesuaikan dengan harga pasaran. Kalaupun sedikit dibawah harga pasar sah-sah saja selama tidak terlalu rendah.
Promosi yang berkesinambungan, pada awal usaha memeng diperlukan promosi yang gencar untuk menarik pelanggan. Tapi setelah usaha berjalan tak ada salahnya tetap melakukan promosi, gunanya untuk mempertahankan dan menambah pelanggan. Misalnya saja diskon untuk pengetikan dalam jumlah tertentu.

Berikut ini analisis keuntungan yang bisa dipakai sebagai acuan untuk memulai usaha pengetikan. Tentunya harga dan biaya lainnya disesuaikan dengan domisili anda.

Analisis keuntungan usaha

a.        investasi awal
   1 set komputer                                                                                    Rp.3.500.000
   1 set printer                                                                                         Rp.   650.000
   1unit scanner                                                                                       Rp.   500.000 
                                                                                                             Rp.4.650.000

b.       biaya operasional per bulan
    listrik,telpon                                                                                       Rp. 100.000
    Kertas, tinta                                                                                       Rp. 350.000
                                                                                                              Rp.450.000
c.        pendapatan dan keuntungan
   asumsi :
   per hari 30 lembar x @Rp. 1500          Rp.45.000
   per bulan Rp.45.000 x  30 hari             Rp.1.350.000

Keuntungan = hasil pendapatan – biaya operasional
                       = 1.350.000 – 450.000
                       = 900.000

Dari analisa diatas dapat dilihat bahwa usaha ini cukup menguntungkan dan prospeknya cukup cerah. Bagi yang sudah menjalankan usaha ini, bisa memperluas usahanya dengan menerima cetak foto hari HP.

KIAT MEMULAI BISNIS PONSEL BEKAS


Bisnis ponsel bekas menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan karena kebutuhan orang akan ponsel dewasa ini sama seperti kebutuhan akan makan dan minum. Ponsel juga menjadi teman setia. Rasanya tidak afdhol kalau kita meninggalkan rumah tanpa ponsel di tangan. Jelas ini menunjukkan bahwa kemanfaatan ponsel adalah kebutuhan pokok yang tidak mungkin diabaikan.
Seiring dengan kebutuhan yang makin merata di semua kalangan, ponsel bekas menjadi pasar baru yang berkembang pesat. Orang orang yang derajat ekonominya menengah ke bawah juga membutuhkan ponsel walauupun tidak baru. Bagi mereka yang yang ngebet pegang ponsel tapi kocek pas-pasan bisa memilih ponsel bekas sesuai dengan bujet.
Bagi anda yang berminat bisnis ponsel bekas ini saatnya untuk menekuni bisnis jual beli ponsel bekas, bagaimana caranya? Berikut adalah beberapa tips untuk anda yang hendak menekuni profesi makelar ponsel bekas<
¨       Pertama, kenali semua varian ponsel yang telah di keluarkan oleh pabrikan ponsel. Akan lebih baik apabila anda mengenali dengan seksama keunggulan masing-masing produk yang dipasarkan, terutama ponsel yang sempat menjadi top hits. Kalau produk tersebut pernah menjadi hits ada kemungkinan barang seken-nya juga masih oke. Misalnya ponsel musik SE W200i yang sempat digandrungi oleh penggemar musik. Walaupun ponsel ini tergolong jadul dibanding dengan varian anyar, tapi ketenarannnya masih dikenang oleh pengguna ponsel musik.
¨       Kedua, kanali dengan baik harga semua varian ponsel. Gunakan referensi dari tabloit yang khusu mengupas ponsel. Misalnya anda bisa melihat daftar harga ponsel bekas di tabloit News Ponsel atau Pulsa. Walaupun daftar harga tersebut tidak selalu akurat, tetapi anda perlu mempunyai referensi supaya tidak dipermainkan oleh penjual yang nakal. Anda hanya boleh kulakan dengan harga istimewa apabila barangnya memang mak nyusss. Kalau tidak jangan sekali-kalai berspekulasi.
¨       Ketiga, kanali perilaku pasar (market behaviour). Anda perlu mengetahui target pasar yang akan dijadikan segmen. Siapa segmen pasar anda, apakah anak muda apakah semua umur, apakah wilayah kota atau pinggiran dan seterusnya. Pendek kata anda harus memetakan segmen, target dan posisioning market. Biasanya untuk membidik target pasar, jangan malu-malu mendekati customer dengan cara memilih lokasi strategis sesuai dengan rencana anda. Jangan terjebak pada tempat yang ramai saja, tetapi yang lebih cerdas apabila anda mengenali dengan baik target pasar anda. Misalnya anda hendak membidik segmen anah muda dan pelajar, maka lokasi mendekati kompleks sekolah bisa dipilih.
¨       Keempat, mencari pasokan yang bagus dan terjamin. Karena ponsel yang anda jual adalah barang bekas, maka anda harus extra hati-hati dalam memilih barang, jangan sampai ponsel yang kita kulak adalah rongsokan yang tidak bisa digunakan. Bahkan walaupun barang bekas, anda perlu meminta jaminan dari mereka bahwa barang itu masih bagus dan layak digunakan.
¨       Kelima, berikan pelayan prima kepada customer anda. Walaupun berdagang ponsel bekas, anda tetap harus memberikan service memuaskan supaya mereka akan kembali lagi apabila membutuhkan ponsel. Yang tidak kalah penting, mereka yang puas dengan pelayanan anda, akan menyampaikan kepada teman dan kolega, sehingga makin banyak orang yang mengenal gerai anda. Ingat, bahwa kata-kata teman lebih dipercaya daripada iklan dan iklan bombastis.


KIAT BUKA KONTER SELULAR PLUS SERVIS HANDPHONE


Jumlah pengguna handphone (hp) atau telepon genggam terus saja bertambah. Kebanyakan dari pengguna ini memakai kartu prabayar, dan memerlukan pengisian pulsa. Nah, seiring pertumbuhan pengguna hp ini, konter selular alias tempat pengisian pulsa juga terus bermunculan. Mengapa Anda tidak menjadi salah satunya? Ternyata gak susah kok membuka konter selular plus servis hp.

Jumlah pelanggan selular di Indonesia sepanjang 2005 ini saja sudah 45 juta orang, kalau pengguna di dunia ada 1,5 miliar orang! Sedangkan di tahun 2006 diperkirakan ada 59 juta orang dan 2007 ada 73 juta orang sedangkan pengguna didunia ada 2 miliar orang.

Demikian pemaparan Sudanang Dananjaya, pendiri Lembaga Pendidikan Teknologi Terapan Indonesia (LPTTI) dalam workshop praktis yang diselenggarakan Tabloid Bisnis Uang dengan tema 'Kiat buka counter selular plus service handphone' di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Sabtu (18/2).

Voucher isi ulang
Menangkap peluang bisnis dari perkembangan jumlah pelanggan selular adalah hal mudah, itu bagi orang yang memang jeli. Menurut Sudanang, bisnis pulsa/voucher hp di Yogyakarta saja setahunnya mencapai satu triliun rupiah!

Penjual voucher hp pun sudah merambah hingga ke perumahan-perumahan, bukan lagi hanya di mall, pertokoan, pusat perbelanjaan saja. Apa penyebab mewabahnya penjual voucher? Menurut Masbukhin Pradhana, pemilik 5 konter selular dan pengajar di Enterpreneur University, keterbukaan akses penjualan voucher dan merebaknya outlet grosir sampai ke daerahlah penyebab makin merebaknya bisnis ini. Tidak bisa dipungkiri, bertambahnya jumlah pemakai handphone pun ikut menyuburkan bisnis ini.
Jenis voucher

Ada beberapa jenis voucher isi ulang, ada yang berbentuk kartu, ada yang berbentuk print out di selembar kertas dan ada yang berupa elektrik. Menurut Masbukhin, voucher fisik (yang menggunakan kartu) biasanya bernilai nominal lebih besar. Dengan memperhitungkan ongkos cetak, tentu kurang ekonomis kalau membuat kartu dengan bernilai kecil.

Perbedaan harga meski kecil sekalipun, misalnya Rp1.000 saja mempengaruhi niat pembeli. Untuk mensiasati agar harga voucher semurah-murahnya dengan nominal kecil, misalnya pulsa Rp25.000 disiasati dengan dimunculkannya e-pay dan elektrik.

Masbukhin menambahkan, harga voucher elektrik dan e-pay bila dibandingkan dengan voucher fisik biasanya relatif lebih murah. Penjual pun senang menjualnya karena dengan modal kecil, untung penjualan voucher bisa sama dengan yang nominalnya besar.

Adapun jenis-jenis voucher sebagai berikut:

1. Voucher fisik. Voucher ini dicetak khusus dengan nomer seri dan nomer
sandi/kode/password sesuai besaran pulsa. Voucher ini biasanya bernilai nominal mulai Rp25 ribu.

2. Voucher e-pay (electronic payment). Voucher ini berbentuk kertas dan dikeluarkan oleh operator tertentu seperti Mentari, IM3, Fren, Flexy, dan lainnya. Nilai nominal voucher e-pay ini biasanya bilangan kecil antara 5 ribu s/d 25 ribu. Voucher ini hanya berupa kertas yang dicetak/print, dilengkapi nomer seri dan nomer kodenya terbuka.
Untuk membeli voucher ini memang harus berhati-hati karena kodenya yang tidak ditutup, sehingga memungkinkan orang-orang yang tidak dikehendaki mengintipnya.

3. Voucher Elektrik. Voucher ini tidak berbentuk kartu atau kertas. Voucher ini hanya berupa pengaktifan kode elektonik yang hanya bisa dilakukan oleh perangkat elektronik telekomunikasi dengan bantuan server. Voucher elektrik ini pada akhirnya bisa dipakai dalam berbagai bentuk bisnis seperti kerjasama dengan perbankan dan pembeliannya lewat ATM. Bisa juga bentuk pulsa ini dipakai bisnis MLM voucher.

Mulailah berbisnis
Kalau sudah punya ide dan kemauan untuk berbisnis, mulailah dari tahap paling kecil sekalipun. Menurut Masbukhin, ada beberapa tahap persiapan yang mesti dilakukan sebelum membuka konter selular, diantaranya:

1. Mengenali produk yang akan dijual
Produknya apa saja dibidang selular? Pertama itu voucher (isi ulang) dan sudah menjadi makanan pokok pengguna hp. Kedua, handphone bisa baru atau seken. Ketiga aksesoris bisa casing, gantungan, sarung, lampu atau seputar aksesoris lainnya. Keempat, ringtone atau download gambar. Kelima, servis. Ini sangat penting untuk layanan purna jual, kalau orang beli hp dari kita.

2. Pemilihan lokasi
Lokasi bisa dilakukan di mall, toko pinggir jalan, atau bahkan di rumah sendiri.

3. Harga dan papan harga
Papan harga memang menjadi daya tarik pembeli untuk melihat outlet kita.
Kalau dirasa harga yang dipasang lebih rendah atau relatih murah, maka dijamin pembeli mau mampir.
Sebenarnya rata margin penjualan voucher fisik eceran ini antara seribu sampai tiga ribu rupiah saja.
Rata-rata marginnya 2 ribu rupiah per voucher.
Untuk daerah perumahan yang jarang pesaing atau daerah yang jauh dari distribusi voucher, kita bisa mengambil keuntungan 3 ribu.

4. Spanduk
Spanduk, umbul-umbul dan pajangan merupakan daya tarik pembeli.

5. Supplier
Bila tempat sudah ditentukan, pertanyaan yang cukup penting adalah dimanakah memperoleh voucher? Carilah diler atau grosir, bisa Anda temukan di mall-mall.

6. Modal
Keperluan modal ditentukan oleh seberapa besar outlet Anda. Untuk ukuran sedang, modal berjalan bisa berkisar 5 sampai 10 juta. Namun untuk memulai, modal berjalan 1 sampai 3 juta sudah cukup. Diluar modal berjalan, masih diperlukan modal lain untuk melengkapi toko.

7. Etalase
Ukuran etalase harus disesuaikan dengan lebar kios atau design outlet kita. Ukuran yang standard sekitar 1,5 meter. Bisa didapatkan di took kaca atau alumunium.

8. Aksesoris
Harga aksesoris selular grosir sangatlah murah. Dengan modal 300 ribuan kita sudah bisa membuat sebuah etalase penuh dengan aksesoris. Memang kebutuhan konsumen akan aksesoris tidaklah sebesar voucher, namun bila laku, untungnya pun lumayan.

Tips cara murah untuk membuka konter selular ala Masbukhin.

1. Gunakan rumah tinggal untuk mulai buka usaha
2. Karyakan orang dirumah, misalnya istri untuk menjaga konter (jadi gak perlu bayar karyawan).
3. Dengan modal sedikit, pilih konter voucher elektrik. Ada dua jenis, mono produk (hanya satu jenis voucher, misalnya simpati saja) atau multi produk. Untuk multi produk uang muka (deposit) ke grosir minimal Rp300.000 dan sudah bisa mendapat voucher pulsa semua jenis kartu. Selain itu modal hp termasuk hp cdma, misalnya hp frenship seken Rp200.000 jadi dengan modal Rp500 ribu sudah bisa jualan.
4. Dikantor juga bisa, modelnya jualan ketemen-temen itu juga sudah bisa memulai.
5. Sering-seringlah hunting ke sentra penjualan hp dan tanyakan harga hp maupun voucher di grosir/agen, biasanya banyak di mall-mall, pertokoan, ITC. Fungsinya untuk mendapatkan harga termurah dan tentunya punya jaringan pertemanan.

"Jadi kalau ada yang beralasan mulai bisnis gak punya modal itu gak masuk akal. Inikan untuk memulai dengan cara yang paling gampang," kata Masbukhin.

Modal awal Konter selular (estimasi By Ufi)

1) Sewa Lahan 1m x 1m
200.000 – 300.000/bln
2) 1 buah etalase (bekas – baru)
500.000 – 1.000.000/ 1x
3) Honor SDM
600.000/bln
4) Operasional, transportasi dan adm
200.000/awal
5) Voucher perdana
500.000/awal
6) Voucher pulsa (fisik dan elektronik)
1.200.000 – 1.500.000/awal
7) Aksesoris ponsel
500.000/awal
8) Peralatan servis dan bahan (persiapan)
200.000/awal
9) Marketig awal (brosur, hadiah)
50.000/awal
10) BO system keuangan, panduan, pelatihan
1.500.000/awal

Jumlah Modal Awal
± 6.000.000

Modal Konter + Servis Hp

1) Meja, rak kerja servis dan kursi kerja
700.000
2) Peralatan servis hardware hp
2.700.000
3) Peralatan servis software hp
5.800.000
4) Bahan servis awal
200.000
5) Administrasi awal
100.000
6) Aksesoris, sparepart dan operasional awal
500.000
7) BO system keuangan, panduan, pelatihan
2.000.000

Total modal awal
12.000.000

8) SDM/bulan
800.000
9) Listrik/bulan
150.000
10) Bahan servis habis pakai
150.000

Total pengeluaran bulanan
1.100.000

MENAMBAH MODAL USAHA


Sebelum memutuskan untuk menambah modal, akan lebih baik jika Anda menilai dulu bagaimana perkembangan usaha Anda selama ini. Apakah sudah menguntungkan atau belum? Dan pertanyaan yang paling penting adalah, apakah dengan menambah modal usaha itu kemudian bisa menjadi lebih baik atau tidak?

Karena terkadang sebuah usaha belum tentu bisa lebih maju dari sebelumnya walaupun sudah ditambah modalnya. Atau mungkin juga usahanya bisa lebih maju namun tidak sebanding dengan besarnya modal yang disuntikkan. Untuk itu, kita perlu menilai terlebih dahulu apa yang diperlukan oleh usaha Anda untuk bisa lebih maju. Sebelumnya, pisahkan dulu pencatatan untuk usaha bengkel dan toko onderdilnya. Hal ini diperlukan agar Anda bisa menilai dengan lebih baik kondisi usaha Anda.

   1. Usaha bengkel.
      Faktor yang menentukan keberhasilan dalam usaha jasa seperti ini adalah keahlian dari montir dan peralatan pendukungnya. Untuk bengkel sepeda motor dan sepeda kayuh, saya rasa tidak terlalu banyak dibutuhkan alat-alat berat seperti halnya pada bengkel mobil. Jika peralatan diarasa sudah cukup, mungkin tidak perlu lagi Anda menambah modal untuk itu. Faktor kedua yang paling mempengaruhi keberhasilan usaha bengkel adalah keahlian montir. Coba ikutkan montir Anda pada kursus-kursus keahlian montir atau belikan buku-buku yang bisa menambah wawasannya dalam hal perbengkelan. Saya rasa hal ini cukup berharga untuk dimodali. Selain itu, lihat juga apakah selama ini bengkel Anda sudah kewalahan untuk menerima konsumen atau tidak. Jika ya, maka penambahan modal mungkin diperlukan untuk memperbesar kapasitas bengkel dan menambah jumlah montirnya.

   2. Usaha toko onderdil.
      Untuk usaha perdagangan seperti ini, yang harus kita nilai adalah seberapa besar permintaan pasar dibandingkan dengan kemampuan toko untuk memenuhinya. Jika selama ini toko seringkali kehabisan stock atau barang dagangannya kurang lengkap padahal banyak konsumen yang membutuhkan, maka penambahan modal dalam bentuk penambahan barang dagangan tentunya dibutuhkan. Namun kalau selama ini toko hanya menyuplai kebutuhan bengkel sendiri saja tanpa adanya konsumen lain, saya rasa yang menjadi masalah bukanlah kelengkapan barang dagangannya melainkan masalah pemasarannya.

Menabung/Berinvestasi

Mengembangkan usaha memang perlu untuk menambah sumber pemasukan, namun menabung sebaiknya juga jangan dilupakan untuk berjaga-jaga menghadapi kebutuhan di masa depan. Setidaknya ada dua tabungan yang perlu Anda miliki.

   1. Cadangan pribadi
      Pada saat kembali ke tanah air nanti, Anda sudah tidak lagi bekerja dan sumber nafkah Anda satu-satunya adalah usaha bengkel dan toko onderdil tersebut. Sebagai seorang pengusaha yang mengandalkan pemasukan hanya dari usahanya saja, saya rasa Anda perlu membuat dana cadangan untuk kebutuhan Anda pribadi, yaitu untuk berjaga-jaga jika terjadi masalah dengan sumber pemasukan Anda. Karena bisa jadi usaha tidak selalu bisa berjalan dengan lancar dan menguntungkan, wajar sekali jika sewaktu-waktu pendapatan usaha menurun dan tidak bisa memberikan keuntungan untuk pemiliknya. Untuk itu, milikilah dana cadangan untuk mengantisipasi jika hal tersebut terjadi.

   2. Cadangan usaha
      Bukan cuma Anda pribadi yang butuh dana cadangan. Usaha Anda pun membutuhkan dana cadangan untuk kondisi seperti di atas. Karena tentunya sebuah usaha harus tetap mengeluarkan biaya operasional walaupun konsumennya sedang sepi dan tidak ada pemasukan. Selain itu, usaha Anda juga mungkin perlu simpanan uang tunai yang cukup besar untuk memperpanjang sewa tempat setiap tahunnya.

Oke, setelah membahas satu-persatu alternatif alokasi dananya, kita sudah bisa mendapatkan gambaran apa saja yang akan dilakukan dengan dana yang akan Anda bawa pulang dari negeri seberang. Berikut tips dari saya untuk mengelola uang tersebut:

   1. Jangan membawa pulang dan menyimpan uang Anda dalam bentuk tunai
      Selain karena alasan keamanan, uang tunai cenderung mudah untuk dibelanjakan. Apalagi dalam jumlah besar yang belum pernah dimiliki sebelumnya. Mungkin Anda sendiri bisa menahan diri untuk tidak membelanjakannya, tapi bukan tidak mungkin dorongan dari keluarga Anda yang lain bisa membuat Anda ingin memanjakan mereka dan membelanjakan uangnya secara kurang bijaksana. Jangan terburu-buru untuk menggunakannya sesampainya di tanah air. Simpan dulu uang tersebut di bank sampai Anda sudah bisa membuat rencana penggunannya dengan lebih bijaksana.

   2. Hitung kebutuhan modal untuk usaha bengkel
      Dengan penjalasan di atas, coba buat perhitungan, berapa tambahan modal yang diperlukan untuk mengembangkan usaha bengkel yang Anda miliki tersebut. Ingat, ini urusan bisnis, jadi setiap uang yang keluar harus punya alasan yang cukup kuat untuk menambah lagi pemasukan.

   3. Hitung kebutuhan modal untuk usaha toko onderdil
      Hitung juga kebutuhan tambahan modal untuk usaha toko onderdil Anda. Apakah dengan menambah barang dagangan agar lebih lengkap lagi, atau dengan cara memperbesar tokonya agar terlihat lebih baik dan menarik lebih banyak konsumen untuk datang.

   4. Alokasikan dananya untuk poin 2 dan 3
      Setelah poin 2 dan 3 di atas sudah Anda buat, baru cairkan uang Anda dari bank dan dialokasikan untuk kebutuhan tersebut. Ingat, dananya dicairkan hanya jika rencana penggunaannya sudah Anda buat.

   5. Gunakan sisanya untuk ditabungkan
      Jangan semua digunakan untuk poin 2 dan 3, sisakan juga untuk ditabungkan. Buat setidaknya dua rekening untuk Anda. Yaitu untuk cadangan Anda sendiri dan untuk cadangan usaha.